BeritaCuaca Buruk, Trip Roro Dikurangi

Cuaca Buruk, Trip Roro Dikurangi

Repost on : 26/09/2011 00:21 WIB | 56x
Foto -
23-November-2009

BENGKALIS - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis mengurangi trip keberangkatan kapal roro (rool on rool off) menjadi sembilan trip hingga pukul 20.00 WIB. Keputusan itu diambil akibat cuaca buruk dan gelombang laut yang besar melanda perairan Bengkalis dan sekitarnya dalam beberapa hari ini.

"Kita terpaksa mengurangi trip keberangkatan roro menjadi sembilan trip. Trip terakhir yang kesepuluh pada pukul 22.00 WIB, kita tiadakan karena saat ini kondisi cuaca dan gelombang laut yang sangat tidak bersahabat dan dapat membahayakan keselamatan kapal dan penumpang ," kata Kepala Dishub dan Infokom Kabupaten Bengkalis, Jonisyafrizal ketika dihubungi Metro Riau, Senin (23/11).

Dijelaskan Jonisyafrizal, untuk jadwal diberlakukannya pengurangan trip ini telah diberlakukan pada Senin (23/11) lalu hingga batas waktu yang tidak ditentukan. "Makin malam resiko makin tinggi terhadap kecelakaan melihat kondisi angin dan gelombang air laut yang sangat buruk ini. Apabila kondisi cuaca kembali normal maka jadwal keberangkatan kembali semula sesuai jadwal sebelumnya," sebutnya.

Jonisyafrizal juga menjelaskan, untuk peralatan keselamatan penumpang di dua kapal swasta tersebut telah dilakukan pengecekan oleh Administrator Pelabuhan (Adpel) Bengkalis dan dinyatakan lengkap baik dari jaket keselamatan penumpang dan sekoci untuk penyelamatan.

"Semua orang pasti tidak menginginkan terjadinya kecelakaan. Namun, untuk upaya penyelamatan perlu adanya peralatan di kapal sesuai ketentuan dan standar yang ada," ujar Jonisyafrizal.

Sedangkan untuk penertiban alat-alat keselamatan terhadap kapal-kapal kecil seperti pompong yang ada khsususnya di perairan Bengkais, dikatakan Jonisyafrizal saat ini tidak terdata. Sebab, tidak satu pun kapal-kapal tersebut yang memiliki izin dari Dishub Kabupaten Bengkalis.

"Saat ini tidak ada satu pun kapal yang dibawah GT 70 seperti pompong memiliki izin. Seharusnya mereka minimal melaporkan keberadaan dan kelengkapan alat keselamatan kapal sehingga bisa terdata dengan baik," kata Jonisyafrizal. (alfisnardo)