Bangun 160 Unit Rumah Layak Huni

icon   Pada 26 September 2011 Bagikan ke :
13-January-2010

BENGKALIS -- Pemkab Bengkalis melalui Dinas Cipta Karya kembali membangun rumah layak huni bagi masyarakat miskin di Kabupaten Bengkalis. Pembangunan rumah layak huni berjumlah 160 unit tersebut, direncanakan dibangun dengan anggaran tahun 2010. Pembangunan rumah layak huni tersebut, bakal dibangun di 8 kecamatan. Masing-masing kecamatan mendapat jatah 20 unit.

Sementara tahun 2009 lalu, rumah layak huni yang dibangun sebanyak 128 unit dan untuk Kabupaten Kepulauan Meranti tepatnya untuk Kecamatan Tebing Tinggi (sebelum pemekaran-red) sebanyak 40 unit.

Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Bengkalis, H Fauzi ditemui di ruang kerjanya belum lama ini mengatakan, pola pembangunan rumah layak huni untuk tahun ini dirubah. Alias tidak sama dengan pola tahun sebelumnya.

Pada 2009 lalu, pembangunan rumah layak ditenderkan layaknya proyek-proyek yang lain. Sementara rumah yang dibangun ada yang semi permanen dan ada yang rumah papan. Sementara untuk 2010 digunkan pola seperti PNPM dikerjakan atau dikelola oleh Organisasi Masyarakat Setempat (OMS).

'Artinya, untuk pembangunan rumah layak huni tersebut diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat, pencairan dana akan dilakukan bertahap sesuai dengan perkembangan persentase pekerjaan di lapangan. Pemkab hanya menyiapkan anggaran dan konsultan pengawas. Persis seperti pelaksanaan PNPM,' terang Fauzi.

Ditambahkan, diserahkannya pembangunan rumah layak huni kepada masyarakat, dengan maksud dana yang diperuntukkan bagi pembangunan sebesar Rp 50 juta/unit itu, benar-benar dapat maksimal untuk membangun sebuah rumah layak huni.

'Kalau diserahkan langsung kepada masyarakat untuk membangunnya, kan tidak ada pajak yang harus dikeluarkan dari plafon anggaran pembangunan rumah itu. Artinya, anggaran yang telah disiapkan benar-benar hanya untuk pembangunan rumah. Dan kita berharap dengan dana Rp50 juta itu rumah yang dibangun bisa permanen dan bukan semi permanen ataupun rumah papan seperti tahun 2009 lalu,' jelas Fauzi.

Dengan anggaran Rp50 juta/unit, rumah tersebut juga diupayakan lengkap dengan sumur galian dan PAH (penampungan air hujan) sehingga tidak ada lagi program tersendiri untuk pengadaan PAH seperti yang sudah dilakukan sebelumnya.

Fauzi turut menyampaikan rasa kecewanya, terkait belum selesainya secara keseluruhan pembangunan rumah layak huni tahun anggaran 2009. Dimana dari sebanyak untuk kecamatan Pinggir saja pembangunannya baru mencapai 42 persen, kemudian di kecamatan Rangsang Barat 35 persen.

'Dari delapan kecamatan yang kita bangun yakni setiap kecamatannya masing-masing 16 unit, yang belum siap itu di Pinggir dan Rangsang Barat. Padahal kita sangat berharap akhir tahun anggaran rumah itu bisa selesai secara keseluruhan sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan, namun karena mungkin faktor sulitnya mendapatkan kayu dan lainnya, kontraktor belum bisa menyelesaikannya hingga berakhir anggaran 2009,' jelasnya. (auf)