18-April-2010
Bengkalis - Kebudayaan dan seni dapat menjadikan sebuah negeri yang elok. Karena, jika kebudayaan ditanamkan secara benar sejak dini kepada generasi muda, negara itu mampu melahirkan manusia-manusia yang memberikan kontribusi bagi kebaikan bersama. Melahirkan manusia yang mengerti dan bertanggungjawab terhadap diri dan lingkungan tempatnya berada.
Demikian dikatakan Bupati Bengkalis, H Syamsurizal, PhD, ketika membuka festival seni pelajar tingkat SLTA ke-V tingkat Kabupaten Bengkalis, Sabtu malam (17/4) lalu. Pembukaan festival yang diberri tajuk Helat Seni Menjunjung Negeri 2010 itu, dilaksanakan di lapangan Tugu Bengkalis.
Masih kata Syamsurizal, kebudayaan merupakan sebuah sumber kekuatan yang tiada tara dalam membentuk peradapan manusia. Kebudayaan sejak masa paling awal telah membentuk sebuah tatanan hubungan antar manusia, antar puak, antar kaum, bahkan antar bangsa dengan semangat kemuliaan.
”Dengan segala kearifan yang terkandung, seni dan budaya memberikan inspirasi bagi manusia untuk menjadi manusia secara utuh dengan fitra kemanusiaannya yang hakiki. Mengajarkan kebersamaan, kesetaraan, kebaikan, kemuliaan serta sebuah kesadaran akan pertanggungjawaban terhadap tanah dan sejarah,” sambung Syamsurizal.
Tak hanya itu, kata Syamsurizal, seni dan budaya juga merupakan sumber kekuatan untuk bangkit dari berbagai keterpurukan. ”Tak sedikit bangsa di dunia ini hampir punah, tapi dengan seni dan budaya yang kuat, mereka bangkit kembali,” imbuh Syamsurizal pada acara pembukaan yang berlangsung meriah dan dimeriahkan artis dangdut, Yofi KDI asal Provinsi Bengkulu tersebut.
Sehubungan dengan itu, Syamsurizal mengajak seluruh lapisan masyarakat di daerah ini untuk berpegang teguh pada nilai-nilai budaya Melayu yang luhur. ”Dengan kebudayaan yang kuat dan keberanian berpegang pada nilai-nilai budaya Melayu yang luhur, kita akan dapat menghadapi tantangan sebesar apapun,” ajak Syamsurizal seraya memberikan apresiasi atas kesinambungan pelaksanaan festival ini.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Bengkalis, H Sya’ari mengatakan kegiatan ini ditaja dalam rangka pengembangan kebudayaan Melayu di Negeri Junjungan ini. Khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.
”Sebagai ikhtiar untuk mengisi pemahaman para pelajar dengan hal-hal yang bernuangsa seni tradisi. Sehingga dengan pemaham itu, mereka memiliki bekal dasar tentang segala yang berhubungan dengan seni Melayu, kearifan tradisi, dan lingkungan budaya mereka sendiri,” terang Sya’ari.
Hal senada disampaikan ketua pelaksana festival, H Husien El Fikri. “Selain untuk melestarikan seni dan budaya Melayu, festival ini juga bertujuan untuk menangkal dampak negatif budaya luar akibat arus globalisasi yang tidak sesuai dengan budaya Melayu. Terutama di kalangan pelajar”, kata Husien
Husien menjelaskan yang akan berlangsung hingga 21 April mendatang tersebut. Seluruh kecamatan di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini, katanya, ikut ambil bagian pada festival ini.
“Ada 14 cabang lomba yang dipertandingkan pada festival kali ini. Diantara lomba zapin tradisi dan kreasi, sandiwara klasik melayu, lomba busana Melayu, dan baca puisi” imbuh Kepala SMA Negeri 2 Bengkalis ini.
sumber bagian humas
Bengkalis - Kebudayaan dan seni dapat menjadikan sebuah negeri yang elok. Karena, jika kebudayaan ditanamkan secara benar sejak dini kepada generasi muda, negara itu mampu melahirkan manusia-manusia yang memberikan kontribusi bagi kebaikan bersama. Melahirkan manusia yang mengerti dan bertanggungjawab terhadap diri dan lingkungan tempatnya berada.
Demikian dikatakan Bupati Bengkalis, H Syamsurizal, PhD, ketika membuka festival seni pelajar tingkat SLTA ke-V tingkat Kabupaten Bengkalis, Sabtu malam (17/4) lalu. Pembukaan festival yang diberri tajuk Helat Seni Menjunjung Negeri 2010 itu, dilaksanakan di lapangan Tugu Bengkalis.
Masih kata Syamsurizal, kebudayaan merupakan sebuah sumber kekuatan yang tiada tara dalam membentuk peradapan manusia. Kebudayaan sejak masa paling awal telah membentuk sebuah tatanan hubungan antar manusia, antar puak, antar kaum, bahkan antar bangsa dengan semangat kemuliaan.
”Dengan segala kearifan yang terkandung, seni dan budaya memberikan inspirasi bagi manusia untuk menjadi manusia secara utuh dengan fitra kemanusiaannya yang hakiki. Mengajarkan kebersamaan, kesetaraan, kebaikan, kemuliaan serta sebuah kesadaran akan pertanggungjawaban terhadap tanah dan sejarah,” sambung Syamsurizal.
Tak hanya itu, kata Syamsurizal, seni dan budaya juga merupakan sumber kekuatan untuk bangkit dari berbagai keterpurukan. ”Tak sedikit bangsa di dunia ini hampir punah, tapi dengan seni dan budaya yang kuat, mereka bangkit kembali,” imbuh Syamsurizal pada acara pembukaan yang berlangsung meriah dan dimeriahkan artis dangdut, Yofi KDI asal Provinsi Bengkulu tersebut.
Sehubungan dengan itu, Syamsurizal mengajak seluruh lapisan masyarakat di daerah ini untuk berpegang teguh pada nilai-nilai budaya Melayu yang luhur. ”Dengan kebudayaan yang kuat dan keberanian berpegang pada nilai-nilai budaya Melayu yang luhur, kita akan dapat menghadapi tantangan sebesar apapun,” ajak Syamsurizal seraya memberikan apresiasi atas kesinambungan pelaksanaan festival ini.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Bengkalis, H Sya’ari mengatakan kegiatan ini ditaja dalam rangka pengembangan kebudayaan Melayu di Negeri Junjungan ini. Khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.
”Sebagai ikhtiar untuk mengisi pemahaman para pelajar dengan hal-hal yang bernuangsa seni tradisi. Sehingga dengan pemaham itu, mereka memiliki bekal dasar tentang segala yang berhubungan dengan seni Melayu, kearifan tradisi, dan lingkungan budaya mereka sendiri,” terang Sya’ari.
Hal senada disampaikan ketua pelaksana festival, H Husien El Fikri. “Selain untuk melestarikan seni dan budaya Melayu, festival ini juga bertujuan untuk menangkal dampak negatif budaya luar akibat arus globalisasi yang tidak sesuai dengan budaya Melayu. Terutama di kalangan pelajar”, kata Husien
Husien menjelaskan yang akan berlangsung hingga 21 April mendatang tersebut. Seluruh kecamatan di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini, katanya, ikut ambil bagian pada festival ini.
“Ada 14 cabang lomba yang dipertandingkan pada festival kali ini. Diantara lomba zapin tradisi dan kreasi, sandiwara klasik melayu, lomba busana Melayu, dan baca puisi” imbuh Kepala SMA Negeri 2 Bengkalis ini.
sumber bagian humas