06-April-2010
Zainuddin: Jadilah aparatur yang mandiri
Bengkalis - Pegawai Negeri Sipil adalah kelompok masyarakat yang berpendidikan, trampil, dan berkepribadian. Dengan pengetahuan dan keterampilan tersebut, PNS harus mampu menjadi aparatur yang mandiri dan professional.
Demikian penegasan Bupati Bengkalis, Drs. H Syamsurizal dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum, Drs. H Tengku Zainuddin, M.Si saat membuka Latihan Prajabatan Golongan III, bertempat di aula lantai II Gedung Badan Diklat, Selasa (6/4).
Lebih jauh dijelaskannya, pribadi yang mandiri dan professional itu tidak muncul secara tiba-tiba melainkan melalui proses yang sangat panjang.
“Proses itu salah satunya adalah melalui pelatihan prajabatan yang telah diprogramkan pemerintah dan wajib diikuti oleh seluruh calon pegawai negeri sipil bila ingin menjadi PNS. Tanpa pelatihan ini, seorang CPNS tidak dapat menjadi PNS”, jelasnya.
Dengan pelatihan prajabatan, kata Zainuddin, CPNS akan dibekali dengan berbagai pengetahuan, termasuk tentang kepegawaian.
“Apa yang mesti dikuasai tentang pengetahuan kepegawaian? Yaitu, seorang cpns mesti tahu hak dan kewajibannya. Ada hak dan ada kewajiban yang mesti dipenuhi. Haknya salah satu adalah menerima upah atau gaji. Sedangkan kewajibannya, harus mematuhi tata tertib yang sudah ditentukan”, jelasnya.
Terkait dengan kewajiban ini, Zainuddin mengingatkan seluruh cpns bahwa sebagai aparatur Negara dan abdi masyarakat, kewajiban seorang aparatur adalah memberikan pelayanan sebagaimana tertuang dalam UU No. 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok kepegawaian.
“Ingat itu, bahwa saudara adalah pelayan, sekalli lagi bahwa saudara adalah pelayan. Lalu siapa yang dilayani? Masyarakat. Itu ketentuannya, dan jangan dibalik menjadi, aparatur yang dilayani dan masyarakat pelayan. Itu keliru. Jadi anda semua adalah pelayan. Maka berikanlah pelayanan itu secara jujur, adil dan merata dengan penuh keiklasan”, jelas.
Figur PNS seperti apa yang baik itu? Menurut Zainuddin, seorang PNS yang baik dan berkualitas itu harus memiliki kepribadian yang baik, pola pikir yang maju, pengetahuan dan wawasan yang tinggi, dan pekerja keras.
“itulah aparatur yang ideal. PNS yang memiliki criteria seperti itu akan menjadi aparatur yang akan diteladani oleh PNS lainnya. Untuk menjadi figure seperti itu, inilah kesempatan saudara untuk membekali diri, menempa diri, dan memperkaya diri dengan berbagai ilmu pengetahuan”, jelasnya.
Sementara itu, Ka BKD Propinsi Riau, melalui Sekretaris BKD, Syahruddin minta kepada seluruh peserta diklat LPJ untuk membangun kerjasama yang baik dengan sesame peserta diklat beserta panitia.
“Untuk pengembangan diri perlu kerjasama dengan orang lain. Bangun kerjasama tersebut dengan seluruh peserta dan panitia. Melalui kerjasama diharapkan terwujud efek sinergi, sehingga apa yang menjadi tujuan dari lembaga pendidikan ini tercapai dengan baik”, harapnya.
Diklat prajabatan golongan III ini diikuti oleh 160 orang peserta, dengan rincian, tenaga dokter 18 orang, tenaga medis dan paramedic 5 orang, tenaga guru SLTA 37 orang, tenaga guru SLTP 34 orang, tenaga guru SD 4 orang, dan tenaga teknis lainnya 62 orang. Kegiatan ini berlangsung selama 24 hari dari tanggal 6 hingga 29 april 2010.
Pembukaan diklat LPJ ini dihadiri sejumlah Kepala Badan, Dinas, Kantor, dan Kepala Bagian lingkungan Sekda Kabupaten Bengkalis.
sumber bagian humas
Zainuddin: Jadilah aparatur yang mandiri
Bengkalis - Pegawai Negeri Sipil adalah kelompok masyarakat yang berpendidikan, trampil, dan berkepribadian. Dengan pengetahuan dan keterampilan tersebut, PNS harus mampu menjadi aparatur yang mandiri dan professional.
Demikian penegasan Bupati Bengkalis, Drs. H Syamsurizal dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum, Drs. H Tengku Zainuddin, M.Si saat membuka Latihan Prajabatan Golongan III, bertempat di aula lantai II Gedung Badan Diklat, Selasa (6/4).
Lebih jauh dijelaskannya, pribadi yang mandiri dan professional itu tidak muncul secara tiba-tiba melainkan melalui proses yang sangat panjang.
“Proses itu salah satunya adalah melalui pelatihan prajabatan yang telah diprogramkan pemerintah dan wajib diikuti oleh seluruh calon pegawai negeri sipil bila ingin menjadi PNS. Tanpa pelatihan ini, seorang CPNS tidak dapat menjadi PNS”, jelasnya.
Dengan pelatihan prajabatan, kata Zainuddin, CPNS akan dibekali dengan berbagai pengetahuan, termasuk tentang kepegawaian.
“Apa yang mesti dikuasai tentang pengetahuan kepegawaian? Yaitu, seorang cpns mesti tahu hak dan kewajibannya. Ada hak dan ada kewajiban yang mesti dipenuhi. Haknya salah satu adalah menerima upah atau gaji. Sedangkan kewajibannya, harus mematuhi tata tertib yang sudah ditentukan”, jelasnya.
Terkait dengan kewajiban ini, Zainuddin mengingatkan seluruh cpns bahwa sebagai aparatur Negara dan abdi masyarakat, kewajiban seorang aparatur adalah memberikan pelayanan sebagaimana tertuang dalam UU No. 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok kepegawaian.
“Ingat itu, bahwa saudara adalah pelayan, sekalli lagi bahwa saudara adalah pelayan. Lalu siapa yang dilayani? Masyarakat. Itu ketentuannya, dan jangan dibalik menjadi, aparatur yang dilayani dan masyarakat pelayan. Itu keliru. Jadi anda semua adalah pelayan. Maka berikanlah pelayanan itu secara jujur, adil dan merata dengan penuh keiklasan”, jelas.
Figur PNS seperti apa yang baik itu? Menurut Zainuddin, seorang PNS yang baik dan berkualitas itu harus memiliki kepribadian yang baik, pola pikir yang maju, pengetahuan dan wawasan yang tinggi, dan pekerja keras.
“itulah aparatur yang ideal. PNS yang memiliki criteria seperti itu akan menjadi aparatur yang akan diteladani oleh PNS lainnya. Untuk menjadi figure seperti itu, inilah kesempatan saudara untuk membekali diri, menempa diri, dan memperkaya diri dengan berbagai ilmu pengetahuan”, jelasnya.
Sementara itu, Ka BKD Propinsi Riau, melalui Sekretaris BKD, Syahruddin minta kepada seluruh peserta diklat LPJ untuk membangun kerjasama yang baik dengan sesame peserta diklat beserta panitia.
“Untuk pengembangan diri perlu kerjasama dengan orang lain. Bangun kerjasama tersebut dengan seluruh peserta dan panitia. Melalui kerjasama diharapkan terwujud efek sinergi, sehingga apa yang menjadi tujuan dari lembaga pendidikan ini tercapai dengan baik”, harapnya.
Diklat prajabatan golongan III ini diikuti oleh 160 orang peserta, dengan rincian, tenaga dokter 18 orang, tenaga medis dan paramedic 5 orang, tenaga guru SLTA 37 orang, tenaga guru SLTP 34 orang, tenaga guru SD 4 orang, dan tenaga teknis lainnya 62 orang. Kegiatan ini berlangsung selama 24 hari dari tanggal 6 hingga 29 april 2010.
Pembukaan diklat LPJ ini dihadiri sejumlah Kepala Badan, Dinas, Kantor, dan Kepala Bagian lingkungan Sekda Kabupaten Bengkalis.
sumber bagian humas