Bupati Ziarah Makam Dt. Laksamana Raja Dilaut

icon   Pada 26 September 2011 Bagikan ke :
01-August-2010

Bengkalis - Memiliki pengetahuan tentang peristiwa masa lampau atau peristiwa sejarah penting artinya bagi kehidupan suatu masyarakat atau bangsa. Peristiwa di masa lampau merupakan pelajaran bergharga yang dapat dijadikan acuan atau pedoman dalam menjalani kehidupan, baik masa kini maupun di masa mendatang.

Demikian disampaikan Bupati Bengkalis Dr. H Syamsurizal, MM dalam pidato tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah, Drs. H Mukhlis, MM ketika melakukan kegiatan ziarah ke makam Dt. Laksamana Raja Dilaut, Sabtu (31/7).

Dalam kegiatan bersempena Hari Jadi Bengkalis ke 498 ini, lebih jauh Muklis mengatakan, sejarah memang merupakan media yang paling efektif dalam membuka cakrawala berpikir dan imajinasi manusia untuk melakukan kebijakan yang lebih baik dari masa sebelumnya.

“Tanpa sejarah, tidak pernah ada masa kini maupun masa yang akan datang. Masa yang dapat menjadi lebih dari era sebelumnya. Hal ini adalah karena hakekat sejarah memang merupakan proses yang mencakup dimensi masa lampau, masa kini, dan masa depan”, jelas Mukhlis.

Putra asli Desa Teluk Latak ini menjelaskan, perjalanan sejarah suatu daerah tidak pernah lepas dan selalu berkait-kelindan dengan keberadaan sosok seorang atau beberapa tokoh besar atau kecil, langsung atau tidak sebagai suatu inspirasi kehidupan selanjutnya.

“Tokoh besar masyarakat Bengkalis yang tetap dikenang sampai saat ini adalah Datuk Laksamana Raja Dilaut. Selain mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat di masa lampau, ia juga mampu mengajarkan kepada kita arti penting rasa kebersamaan, semangat persatuan dalam menjaga eksistensi sebuah negeri”, jelasnya.

Hingga saat ini, kata mantan Asisten II ini, kebesaran nama Datuk Laksamana Raja Di Laut tetap abadi dan Insya Allah akan abadi selamanya.

“Sejak awal peringatan Hari Jadi Bengkalis, ziarah ke makam Datuk Laksamana Raja DiLaut di Kecamatan Bukitbatu ini menjadi salah satu agenda tetap Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang dilasanakan setiap tahun”, jelas Mukhlis.

Apa pesan moral yang dapat dipetik dari ziarah ini? Menurutnya, untuk mengingatkan kepada kita arti penting dan makna jatidiri sebagai seorang anak negeri bagi kejayaan negeri ini.

“Lebih-lebih di era globalisasi seperti sekarang ini, jati diri merupakan kekuatan terbesar dalam menonjolkan identitas di tengah tatanan nilai-nilai universal yang dianut masyarakat global. Salah satu sumber untuk menyelemi jatidiri adalah dengan memahami kandungan nilai-nilai sejarah daerah yang kita miliki”, harap Mukhlis.

Sementara itu, Camat Bukitbatu, Basuki Rahmad, AP., Msi, dalam sambutannya mengatakan masyarakat dan seluruh ahii waris Datuk Laksamana Raja Dilaut sangat bergembira dan berterima kasih atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Bengkalis menjaga dan melestarikan sejarah kebesaran tokoh Melayu Bukitbatu ini.

“Jika Pemerintah Kabupaten Bengkalis saja telah begitu serius melestarikan kebesaran Datuk Laksamana Raja Dilaut sebagai tokoh masa lampau, tentu kita sebagai masyarakat yang berdomisi di Kecamatan Bukitbatu dituntun untuk bersama-sama mendukung program pemerintah ini dengan berbuat lebih baik lagi”, jelasnya.

Pewaris keluarga Datuk Laksamana Raja Dilaut, Joni Cancer Akbar, yang mengenakan pakaian lengkap kebesarannya, dalam sambutannya mengaku sangat gembira dengan agenda Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

“Hari ini kita melakukan ziarah ke makam Dt. Laksamana Raja Dilaut III, yang bernama Dt. Abdullah Saleh, dan Dt Laksamana Raja Dilaut IV, bernama Dt. Ali Akbar di Desa Sukajadi Kecamatan Bukitbatu. Sedangkan Dt Laksamana Raja Dilaut I, Dt. Ibrahim, dimakamkan di Pangkalan Tambang, dan Dt. Laksamana Raja Dilaut II, Dt. Kemis dimakamkan di Pangkalan Gajah”, jelasny.

Sebelum mengunjungi makam Dt. Laksamana III dan IV, Bupati dan rombongan terlebih dahulu melakukan upacara dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, dan makam Panglima Minal di Desa Senggoro. Terlihat hadir dalam ziarah ini, Ketua Pengadilan Negeri, Supeno, Waka Polres, Kombes. Syahril, Asisten Tata Praja, Burhanuddin, dan sejumlah Kepala Badan Dinas dan Kantor.

sumber bagian humas