06-February-2010
BENGKALIS -- Dinas Perhubungan Komunikas dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bengkalis, melarang keras tindakan warga yang berusaha membawa bensin dengan jirigen saat menyeberang dari Pakning ke Bengkalis. Tindakan tersebut sangat membahayakan dan dilarang oleh undang-undang.
"Kita melakukan pengawasan secara ketat terhadap warga yang akan menyeberang ke Bengkalis. Siapapun orangnya, kalau ketahuan membawa bensin dengan jirigen maka akan kita larang, karena sangat beresiko terhadap keselamatan penumpang," ujar Kepala Dishubkominfo, H Jonisyafrizal kepada wartwan, Kamis lalu.
Mantan camat Bengkalis ini mengakui bahwa tindakan sebagian warga tersebut karena unsur terpaksa akibat dari kelangkaan bensin di Bengkalis dan Bantan dalam seminggu terakhir. Namun, apapun alasan tersebut, tidak bisa dijadikan kompensasi atau keringanan terhadap aturan yang telah ditetapkan.
"Aturan sudah jelas yang namanya bensin selain yang ada ditanki atau dibawa secara resmi oleh mobil tanki, tidak boleh dibawa saat penyeberangan. Lagipula membeli bensin dengan jirigen itu tidak dibenarkan," ungkapnya.
Sejak kelangkaan bensin di Bengkalis, sambung Joni, pihaknya sudah banyak menggagalkan aksi "penyelundupan" bensin dengan menggunakan jirigen. Pelarangan itu berlaku bagi seluruh penumpang kapal fery penyeberangan, tidak terkecuali petugas Dishubkominfo. "Saya pernah menegur keras anggota saya yang ketahuan membawa bensin dengan jirigen saat nyeberang. Kita tak tak tahu kapan musibah akan terjadi, lebih baik kita cegah," tuturnya.
Menyinggung tentang kelangkaan bensin di Bengkalis, Dishubkominfo sambung Joni, turut membantu mencari solusi dengan melakukan perubahan jadwal keberangkatan mobil tanki dari Sei Pakning. Kalau biasanya mobil tanki berangkat pada siang hari, maka sesuai dengan kesepakatan bersama dengan pemilik APMS, keberangkatan mobil tanki diganti menjadi sore yaitu pada trip pukul 15.00 WIB. Dengan demikian, mobil tanki bisa nyeberang setiap hari tanpa harus menginap.
"Kalau jadwal sebelumnya, kadang-kadang begitu sampai Pakning mereka terlambat dan tidak bisa nyeberang. Sekarang dengan pengunduran jadwal, maka masalah itu bisa diatasi," katanya.
Anehnya, beberapa hari lalu, kata Joni, sejumlah sopir tanki sempat protes dengan pengunduran jadwal tersebut. Ternyata pemilik APMS belum bekoordinasi dengan sopir tanki sehingga mereka tidak tahu. Disamping itu, pihaknya juga berencana untuk menambah jadwal keberangkatan mobil tanki pada hari Minggu, yang biasanya pada hari tersebut tidak ada jadwal untuk mobil tanki.
"Ini sedang dalam penjajakan dengan pihak APMS. Kita menginginkan kalau ada penambahan jadwal keberangkatan pada hari Minggu ini benar-benar dimanfaatkan. Jangan pula nanti yang nyeberang cuma satu mobil. Kasihan, kapal yang nyeberangkan sementara antara penumpang dan mobil tanki kan harus terpisah," ungkapnya.(wam)
BENGKALIS -- Dinas Perhubungan Komunikas dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bengkalis, melarang keras tindakan warga yang berusaha membawa bensin dengan jirigen saat menyeberang dari Pakning ke Bengkalis. Tindakan tersebut sangat membahayakan dan dilarang oleh undang-undang.
"Kita melakukan pengawasan secara ketat terhadap warga yang akan menyeberang ke Bengkalis. Siapapun orangnya, kalau ketahuan membawa bensin dengan jirigen maka akan kita larang, karena sangat beresiko terhadap keselamatan penumpang," ujar Kepala Dishubkominfo, H Jonisyafrizal kepada wartwan, Kamis lalu.
Mantan camat Bengkalis ini mengakui bahwa tindakan sebagian warga tersebut karena unsur terpaksa akibat dari kelangkaan bensin di Bengkalis dan Bantan dalam seminggu terakhir. Namun, apapun alasan tersebut, tidak bisa dijadikan kompensasi atau keringanan terhadap aturan yang telah ditetapkan.
"Aturan sudah jelas yang namanya bensin selain yang ada ditanki atau dibawa secara resmi oleh mobil tanki, tidak boleh dibawa saat penyeberangan. Lagipula membeli bensin dengan jirigen itu tidak dibenarkan," ungkapnya.
Sejak kelangkaan bensin di Bengkalis, sambung Joni, pihaknya sudah banyak menggagalkan aksi "penyelundupan" bensin dengan menggunakan jirigen. Pelarangan itu berlaku bagi seluruh penumpang kapal fery penyeberangan, tidak terkecuali petugas Dishubkominfo. "Saya pernah menegur keras anggota saya yang ketahuan membawa bensin dengan jirigen saat nyeberang. Kita tak tak tahu kapan musibah akan terjadi, lebih baik kita cegah," tuturnya.
Menyinggung tentang kelangkaan bensin di Bengkalis, Dishubkominfo sambung Joni, turut membantu mencari solusi dengan melakukan perubahan jadwal keberangkatan mobil tanki dari Sei Pakning. Kalau biasanya mobil tanki berangkat pada siang hari, maka sesuai dengan kesepakatan bersama dengan pemilik APMS, keberangkatan mobil tanki diganti menjadi sore yaitu pada trip pukul 15.00 WIB. Dengan demikian, mobil tanki bisa nyeberang setiap hari tanpa harus menginap.
"Kalau jadwal sebelumnya, kadang-kadang begitu sampai Pakning mereka terlambat dan tidak bisa nyeberang. Sekarang dengan pengunduran jadwal, maka masalah itu bisa diatasi," katanya.
Anehnya, beberapa hari lalu, kata Joni, sejumlah sopir tanki sempat protes dengan pengunduran jadwal tersebut. Ternyata pemilik APMS belum bekoordinasi dengan sopir tanki sehingga mereka tidak tahu. Disamping itu, pihaknya juga berencana untuk menambah jadwal keberangkatan mobil tanki pada hari Minggu, yang biasanya pada hari tersebut tidak ada jadwal untuk mobil tanki.
"Ini sedang dalam penjajakan dengan pihak APMS. Kita menginginkan kalau ada penambahan jadwal keberangkatan pada hari Minggu ini benar-benar dimanfaatkan. Jangan pula nanti yang nyeberang cuma satu mobil. Kasihan, kapal yang nyeberangkan sementara antara penumpang dan mobil tanki kan harus terpisah," ungkapnya.(wam)