15-February-2010
BENGKALIS-- Rally Wisata yang digelar Upika Bengkalis bekerjasama dengan sejumlah pihak, Sabtu (13/2) lalu, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Bengkalis. Tidak hanya diramaikan para pelajar, tapi juga sejumlah peserta lanjut usia. Uniknya lagi, bermacam merk sepeda bermunculan, mulai dari merk dan keluaran terbaru, hingga sepeda kayuh antik peninggalan orang tua.
Teriknya sengatan mentari pagi menambah semangat ribuan peserta Rally Wisata Parapat Tunggal, Kecamatan Bengkalis. Walau harus sedikit menunggu, karena Sekretaris Daerah, H Sulaiman Zakaria terlambat melepas peserta. Namun ribuan perserta tidak berganjak dan tetap menunggu sambil bersiap-siap di atas sepeda masing-masing.
Bermacam kerenah para peserta menambah menarik dan meriahnya acara. Seperti peserta dari grup sepeda ontel misalnya, tidak hanya sepeda ontel mereka yang kebanyakan keluaran zaman mbah-mbah, tapi cara berpakaian mereka juga sedikit narsis. Begitu juga dari kelompok Bank Riau, selain terkesan seperti napak tilas, mereka juga membawa tikar.
'Namanya juga rally wisata, olahraga sambil menikmati keindahan alam Prapat Tunggal, makanya kami bawa tikar, bisa santai di sana nanti,' kata Badraini, salah seorang peserta dari Bank Riau.
Lain pula semangat yang ditunjukkan oleh Hj Ida (54). Kendati usianya tidak lagi muda, istri tokoh masyarakat Bengkalis, H Buntat ini tetap bersemangat. Bagi Ida, memperoleh hadiah pasti bukan menjadi tujuannya. 'Lame dah tak naik sepeda, mumpung ade kegiatan ni, saye pun ikutlah. Mudah-mudahan sampai Prapat Tunggal,' kata warga Damun tersebut.
Sekitar pukul 08.30 Wib, peserta secara resmi dilepas oleh Sekda Bengkalis, H Sulaiman Zakaria. Tak banyak sambutan yang disampaikan oleh anak jati Bantan yang berniat mencalonkan diri jadi Bupati tersebut, yang pasti dirinya menyambut baik kegiatan olahraga tersebut, sekaligus menumbuh rasa kecintaan terhadap lingkungan dan objek wisata tempatan.
Sulaiman bahkan berharap, kegiatan serupa bisa digelar rutin setiap bulannya. 'Mungkin minggu atau bukan depan kita agendakan ke Pantai Selatbaru pula. Kegiatan seperti ini sangat baik, selain memang membuat badan kita sehat, juga sebagai upaya menunbuhkan rasa cinta kita terhadap lingkungan dan objek wisata tempatan,' urai Sekda.
Luar biasanya, tidak hanya melepas ribuan peserta, sekda juga ikut mengayuh sepeda rally antiknya sampaai ke Parapat Tunggal. padahal, jarak dari Lapangan Tugu (start) sampai ke Parapat Tunggal sekitar 15 kilometer. Didampingi camat Bengkalis, Jaafar Arief, Sulaiman bersemangat mengayuh sepeda, sambil terus melemparkan senyum kepada warga yang menyaksikan kegiatan rally tersebut.
'Tujuan kegiatan ini, selain memang berolahraga dan memperkenalkan kembali Prapat Tunggal, juga sebagai upaya kita untuk mengurango polusi udara,' kata Jaafar ditemui saat tiba di Prapat Tunggal.
Letih dan sakitnya kaki mengayuh sepeda seakan terbayarkan setiba sampai di Parapat Tunggal. Selain disambut dengan tarian zapin oleh masyarakat setempat, hembusan angin Tanjung Jati memembuat kepenatan hilang seketika. 'Bertduh di bawah rindangnya pohon kayu sambil menikmati jajanan cendol, luar biasa nikmatnya. Kegiatan seperti ini harusnya rutin digelar, murah meriah,' kata Megasari salah seorang peserta. (auf)
BENGKALIS-- Rally Wisata yang digelar Upika Bengkalis bekerjasama dengan sejumlah pihak, Sabtu (13/2) lalu, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Bengkalis. Tidak hanya diramaikan para pelajar, tapi juga sejumlah peserta lanjut usia. Uniknya lagi, bermacam merk sepeda bermunculan, mulai dari merk dan keluaran terbaru, hingga sepeda kayuh antik peninggalan orang tua.
Teriknya sengatan mentari pagi menambah semangat ribuan peserta Rally Wisata Parapat Tunggal, Kecamatan Bengkalis. Walau harus sedikit menunggu, karena Sekretaris Daerah, H Sulaiman Zakaria terlambat melepas peserta. Namun ribuan perserta tidak berganjak dan tetap menunggu sambil bersiap-siap di atas sepeda masing-masing.
Bermacam kerenah para peserta menambah menarik dan meriahnya acara. Seperti peserta dari grup sepeda ontel misalnya, tidak hanya sepeda ontel mereka yang kebanyakan keluaran zaman mbah-mbah, tapi cara berpakaian mereka juga sedikit narsis. Begitu juga dari kelompok Bank Riau, selain terkesan seperti napak tilas, mereka juga membawa tikar.
'Namanya juga rally wisata, olahraga sambil menikmati keindahan alam Prapat Tunggal, makanya kami bawa tikar, bisa santai di sana nanti,' kata Badraini, salah seorang peserta dari Bank Riau.
Lain pula semangat yang ditunjukkan oleh Hj Ida (54). Kendati usianya tidak lagi muda, istri tokoh masyarakat Bengkalis, H Buntat ini tetap bersemangat. Bagi Ida, memperoleh hadiah pasti bukan menjadi tujuannya. 'Lame dah tak naik sepeda, mumpung ade kegiatan ni, saye pun ikutlah. Mudah-mudahan sampai Prapat Tunggal,' kata warga Damun tersebut.
Sekitar pukul 08.30 Wib, peserta secara resmi dilepas oleh Sekda Bengkalis, H Sulaiman Zakaria. Tak banyak sambutan yang disampaikan oleh anak jati Bantan yang berniat mencalonkan diri jadi Bupati tersebut, yang pasti dirinya menyambut baik kegiatan olahraga tersebut, sekaligus menumbuh rasa kecintaan terhadap lingkungan dan objek wisata tempatan.
Sulaiman bahkan berharap, kegiatan serupa bisa digelar rutin setiap bulannya. 'Mungkin minggu atau bukan depan kita agendakan ke Pantai Selatbaru pula. Kegiatan seperti ini sangat baik, selain memang membuat badan kita sehat, juga sebagai upaya menunbuhkan rasa cinta kita terhadap lingkungan dan objek wisata tempatan,' urai Sekda.
Luar biasanya, tidak hanya melepas ribuan peserta, sekda juga ikut mengayuh sepeda rally antiknya sampaai ke Parapat Tunggal. padahal, jarak dari Lapangan Tugu (start) sampai ke Parapat Tunggal sekitar 15 kilometer. Didampingi camat Bengkalis, Jaafar Arief, Sulaiman bersemangat mengayuh sepeda, sambil terus melemparkan senyum kepada warga yang menyaksikan kegiatan rally tersebut.
'Tujuan kegiatan ini, selain memang berolahraga dan memperkenalkan kembali Prapat Tunggal, juga sebagai upaya kita untuk mengurango polusi udara,' kata Jaafar ditemui saat tiba di Prapat Tunggal.
Letih dan sakitnya kaki mengayuh sepeda seakan terbayarkan setiba sampai di Parapat Tunggal. Selain disambut dengan tarian zapin oleh masyarakat setempat, hembusan angin Tanjung Jati memembuat kepenatan hilang seketika. 'Bertduh di bawah rindangnya pohon kayu sambil menikmati jajanan cendol, luar biasa nikmatnya. Kegiatan seperti ini harusnya rutin digelar, murah meriah,' kata Megasari salah seorang peserta. (auf)