Tahun 2009, DBD Capai 24 Kasus

icon   Pada 25 September 2011 Bagikan ke :

11-March-2009

Laporan Evi Suryati, Bengkalis SELAMA tahun 2009 ini, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkalis mencapai 24 kasus. Untuk mengantisipasi penyebarannya, Dinas Kesehatan mengimbau agar warga selalu menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan 3-M.

‘’Kasus DBD ini selalu terjadi pada Maret dan September. Karena pada bulan ini memasuki musim hujan. Jadi untuk mengantisipasi penyebaran DBD ini, kita anjurkan agar warga selalu melakukan 3-M (menguras, menutup dan mengubur),’’ ungkap Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis, dr Edi Setiawan Ramli, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/3).

Lebih lanjut Edi menjelaskan, kasus terbaru terjadi di Bengkalis tepatnya di Desa Wonosari, sebanyak tiga kasus. Sedangkan jumlah kasus DBD di Bengkalis hingga Maret ini sudah mencapai enam kasus. Secara keseluruhan jumlah kasus DBD di Kabupaten Bengkalis terbanyak di Duri, Kecamatan Mandau. Namun Edi tidak merinci jumlahnya mengenai jumlah kasus setiap kecamatan tidak dirinci.

Disinggung soal perbandingan dengan jumlah kasus DBD dalam periode yang sama dengan tahun sebelumnya, Kadiskes menegaskan, jika, jumlah kasus DBD hingga periode Maret, belum menunjukkan peningkatan signifikan. Artinya kasus DBD pada tahun ini relatif tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran DBD, Diskes Bengkalis sejak Januari melakukan upaya langkah kewaspadaan dini. Salah satunya melayangkan edaran kepada Puskesmas di seluruh kecamatan. Intinya mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan tiga langkah pencegahan, yakni 3-M.

Di samping itu kata Edi, petugas di lapangan terus melakukan Penyelidikan Epedemiologi (PE). Kemudian melakukan penyemprotan di kawasan rawan yang dianggap perlu. Namun penyemprotan tidak harus mutlak dilakukan untuk mencegah penyebaran DBD.

Langkah penyemprotan, hanya sebagian kecil untuk meminilisir penyebaran DBD, karena membunuh nyamuk dewasa, sedangkan telurnya tidak mati setelah disemprot. ‘’Jadi satu-satunya upaya pencegahan DBD menjaga lingkungan tetap bersih dan melakukan 3-M,’’ katanya.(riaupos-rnl)