Tahun Baru Islam Awal Kebangkitan

icon   Pada 26 September 2011 Bagikan ke :
08-December-2010

Bengkalis - Pemerintah Kabupaten Bengkalis memperingati pergantian tahun baru Islam, 1 Muharam 1432 Hijriah yang dipusatkan di Masjid Istiqomah Bengkalis, Selasa (7/12).

Detik-detik pergantian tahun baru Hijriah dihadiri oleh Bupati Bengkalis Ir H Herliyan Saleh MSc, Wakil Bupati Drs Suayatno, Plt Sekda H Mukhlis, kepala dinas, kepala badan, kepala bagian dan masyarakat Bengkalis.

Dalam sambutannya bupati mengatakan, pergantian tahun baru Islam penting untuk introspeksi diri. Dari segi umur sudah berkurang setahun. Kemudian apa saja yang telah dilakukan baik untuk diri sendiri, keluarga, nusa, bangsa dan agama.

‘’Pergantian tahun baru Islam bukan untuk mengenang yang senang dan yang sedih. Tapi sebagai introspeksi apa yang telah kita perbuat, baik untuk diri kita sendiri, keluarga, nusa, bangsa dan agama,’’ papar bupati.

Menurut bupati, setidaknya ada dua momentum penting yang perlu dipetik dari peringatan pergantian tahun baru Islam ini. Yaitu momentum perubahan dan kebangkitan. Ini sesuai dengan makna dari Hijrah itu sendiri, pindah.

‘’Pindah atau berubah dari yang buruk ke arah yang lebih baik. Bangkit dari keterpurukan menuju kebangkitan. Islam itu harus bangkit, jangan terlena dengan kejayaan masa lalu,’’ papar bupati.

Menurut bupati, banyak hal belum dituntaskan sehingga ke depan perlu kerja keras bersama untuk menuntaskannya. Kemudian bupati juga berharap peringatan tahun baru Islam tidak hanya sekadar saja, harus lebih meriah dibandingkan dengan peringatan tahun baru Masehi.

Pada kesempatan itu, bupati dan Wabup juga menyerahkan sagu hati kepada duta Bengkalis yang berhasil meraih juara pada MTQ tingkat Provinsi Riau yang berlangsung di Kabupaten Kuantan Singingi, baru-baru ini. Untuk juara pertama mendapat uang pembinaan sebesar Rp15 juta, juara II Rp10 juta dan juara III Rp7,5. Kemudian para pemenang lomba pawai malam takbir hari raya Idul Adha.

Ustad Suryan Aljumrah dalam tausiahnya menyampaikan, umat Islam saat ini sering terlibat dalam hal perbedaan-perbedaan yang tidak perlu. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sehingga terjadi perpecahan di kalangan umat Islam itu sendiri.

Dosen UIN Sultan Syarif Kasim ini juga menekankan bahwa masih minimnya perhatian pemerintah terhadap keagamaan. Padahal untuk mencegah dekadensi moral bangsa harus melalui penguatan akidah dan akhlak. Suryan Aljumrah juga menekankan umat Islam meningkatkan pengetahuan sehingga tidak mudah sesat, mengingat hari ini cukup banyak aliran-aliran sesat yang muncul di tengah-tengah masyarakat.

‘’Jika umat Islam mendalami agama insya Allah tidak akan tergerus dengan aliran-aliran yang muncul saat ini. Dengan memiliki ilmu, kita menjadi tahu terhadap apa yang kita kerjakan. Tidak hanya sekadar ikut-ikutan, yang sepertinya inilah yang sering sesat,’’ ujarnya.

Usai penyampaian tausiah, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan pemukulan beduk oleh bupati, Wabup, Kemenag Bengkalis H Jumra dan Ustadz Suryan Aljumrah menandakan masuknya tahun baru Islam 1432 Hijriah.(rnl)